Yang Bikin Lelah Bukan Hidupnya… Tapi Pikirannya

 

Yang Bikin Lelah Bukan Hidupnya… Tapi Pikirannya

Akhir-akhir ini aku sadar sesuatu:

Kadang yang bikin aku capek bukan hidupnya.
Tapi pikiranku sendiri.

Karena bahkan saat semuanya terlihat baik-baik saja, kepalaku tetap sibuk mencari sesuatu untuk dikhawatirkan.

Aku terlalu sering memikirkan hal kecil sampai terasa besar.
Terlalu sering membayangkan kemungkinan buruk sebelum sesuatu benar-benar terjadi.

Dan itu melelahkan dengan cara yang sulit dijelaskan.

Tubuhku diam.
Hariku berjalan seperti biasa.
Tapi di dalam kepala, rasanya seperti tidak pernah benar-benar istirahat.

Ada hari di mana aku capek… padahal tidak melakukan banyak hal.

Dan mungkin itu karena pikiranku bekerja terlalu keras sepanjang waktu.

Mengulang percakapan.
Menganalisis sikap orang.
Membayangkan skenario yang bahkan belum tentu nyata.

Yang paling berat adalah saat aku mulai percaya semua itu sebagai kenyataan.

Aku jadi takut terlalu cepat.
Sedih terlalu dalam.
Dan kehilangan tenang bahkan sebelum hidup benar-benar memberi masalah.

Kadang aku iri sama orang yang bisa menjalani hari dengan ringan.

Sementara aku…
bahkan untuk tidur saja harus bernegosiasi dulu dengan isi kepala sendiri.

Sampai akhirnya aku sadar satu hal sederhana:

Aku tidak harus menyelesaikan semua hal di dalam pikiranku sekaligus.

Tidak semua pertanyaan perlu jawaban malam ini.
Tidak semua ketakutan perlu dipercaya hari ini.

Kadang aku cuma terlalu lelah karena terus hidup di dalam kepala sendiri tanpa jeda.

Dan mungkin… yang aku butuhkan bukan hidup yang sempurna.

Aku cuma butuh pikiran yang sedikit lebih tenang.

Sedikit saja.

Sudah cukup membuat semuanya terasa lebih ringan. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Cuma Ingin Satu Hari Tanpa Overthinking

Aku Akhirnya Berhenti Mengejar Versi Diriku yang Sempurna

Aku Mulai Menerima Bahwa Tidak Semua Hal Harus Dipahami Sekarang