Mungkin Aku Tidak Lemah, Cuma Terlalu Lama Kuat Sendirian
Mungkin Aku Tidak Lemah, Cuma Terlalu Lama Kuat Sendirian
Aku selalu berusaha terlihat baik-baik saja.
Walaupun kepalaku penuh.
Walaupun hatiku capek.
Walaupun ada banyak hal yang diam-diam sedang aku tahan sendiri.
Aku tetap bilang:
“Aku gapapa.”
Karena aku terlalu terbiasa menjadi orang yang kuat.
Orang yang mendengarkan.
Orang yang mengerti.
Orang yang tetap tenang meskipun dirinya sendiri sedang berantakan.
Dan lama-lama aku lupa…
bahkan orang yang terlihat kuat juga bisa lelah.
Aku terlalu sering menyimpan semuanya sendiri.
Terlalu sering memikirkan semuanya sendirian.
Terlalu sering mencoba menyelesaikan isi kepalaku tanpa bantuan siapa pun.
Sampai akhirnya aku mulai merasa kosong.
Bukan karena hidupku buruk.
Tapi karena aku terlalu lama bertahan tanpa benar-benar istirahat secara emosional.
Yang paling berat kadang bukan masalahnya.
Tapi perasaan bahwa aku harus menghadapi semuanya sendiri.
Aku takut dianggap lemah kalau terlalu jujur tentang isi kepalaku.
Takut jadi beban.
Takut tidak dipahami.
Jadi aku memilih diam.
Padahal diam terlalu lama juga bisa melukai diri sendiri.
Sekarang aku mulai sadar sesuatu yang pelan-pelan mengubah cara pandangku:
Mungkin aku bukan lemah.
Mungkin aku cuma terlalu lama kuat sendirian.
Terlalu lama menenangkan diri sendiri.
Terlalu lama memendam semuanya tanpa benar-benar bercerita.
Terlalu lama berpura-pura baik-baik saja demi orang lain.
Dan mungkin… wajar kalau akhirnya aku merasa capek.
Sekarang aku mulai belajar bahwa aku tidak harus selalu kuat setiap saat.
Aku boleh istirahat.
Aku boleh merasa berat.
Aku boleh bilang:
“Aku capek.”
Karena menjadi manusia bukan berarti harus kuat terus-menerus.
Kadang yang paling kita butuhkan hanyalah seseorang yang membuat kita merasa:
“Kamu nggak harus menghadapi semuanya sendirian.”
Komentar
Posting Komentar